Pada catatan
sebelumnya sudah membahas pengertian dan
dan fungsi Program Pembelajaran Individual pada pendidikan Inklusif. Pada catatan
kali ini saya akan mereview komponen – komponen yang harus ada dalam Program
Pembelajaran Individual. Nah mengutip dari modul belajar pendidikan Inlusif
yang telah saya ikuti, secara garis besar komponen Program Pembelajaran
Individual meliputi :
1) Deskripsi tingkat kecakapan/kemampuan saat ini (performance levels)
tingkat
kemampuan/kecakapan yang diketahui setelah dilakukan asesmen, sehingga guru
kelas dapat mengetahui kekuatan, kelemahan dan kebutuhan pembelajaran peserta
didik berkebutuhan khusus (PDBK) yang bersangkutan. Informasi ini umumnya
berkaitan dengan kemampuan akademik, pola perilaku khusus, keterampiln menolong
diri, bakat voksional, dan kemampuan berkomunikasi
2) Sasaran program tahunan/tujuan pengajaran tahunan ( longrange or annual goals)
Komponen
ini merupakan kunci komponen pembelajaran karena dapat memperkirakan program
jangka panjang selama kegiatan sekolah dan dapat dipecah-pecah menjadi beberapa
sasaran. Kerjasama antara guru dan orangtua perlu dilakukan sehingga tujuan pembelajaran
lebih realis.
dalam merumuskan
tujuan PPI hrus memperhatikan empat kriteria yaitu:
- dapat diukur -> pernyataan harus menggunakan kata kerja opersional (menyebutkan ,menjelaskan, mendefinisikan,mengidentifikasi, menulis dll) dan tidak menimbulkan penafsiran ganda (memahami, mengetahui, mengerti )
- positif -> tujuan itu harus membawa perubahan ke arah positif (mis. “peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dpat merespon waktu dengan tepat” bukan “peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dapat bertahan menutup mulut”
- orientasi pada peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) > merumuskan apa yang dipelajari bukan apa yang peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) pikirkan (mis: siswa dapat menanggapi secara lisan pertanyaan dengan dua-tiga prase)
- relevan -> sesuai dengan kebutuhan individu.
3) Sasaran
belajar jangka pendek (shortterm objectives)
Sasaran belajar jangka pendek/tujuan jangka pendek harus dikonsep dan dikembangkan melalui analisa tugas, dipakai sebagai acuan dalam proses pembelajaran guna mencapai kemampuan yang lebih spesifik. Sasaran belajar ini harus dapat diamati, dapat diukur, berpusat pada peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), positif dan hendaknya mencerminkan pengajaran antara tingkat kecakapan dan tujuan akhir. Tujuan khusus mempunyai beberapa komponen yaitu ABCD (Audience – Behavior – Condition – Degree); misalnya Jika ditunjukkan empat warna (condition) Budi (audience) dapat menyebutkan nama-nama warna tsb (behavior) 100% benar (degree). Anak diberi empat macam uang logam bernilai Rp.25,- , Rp.50,- . Rp.100,-dan Rp.500,-; dapat menentukan nilai tiap mata uang logam tsb dengan ketepatan seratus persen.
4) Diskripsi pelayanan(Description of services)
Deskripsi meliputi : guru yang mengajar, isi
program pengajaran dan kegiatan pembelajaran, alat yang dipergunakan.
5) Tanggal pelayanan (Dates of service)
Dalam Program Pembelajaran Individual harus
terdapat tanggal kapan pengajaran mulai dilaksanakan dan antisipasi lamanya
pelayanan.
6) Penilaian (Evaluation)
Penilaian terbagi dalam dua bagian yaitu:
- Penilaian untuk menentukan tingkat kecakapan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) saat ini, menjelaskan kekuatan dan kelemahan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) (assesment)
- Menilai keberhasilan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dalam mencapai tujuan jangka pendek yang telah ditetapkan.
Prosedur penilaian dapat dilakukan dengan lisan, tulisan atau perbuatan dan metodenya dapat melalui tes atau observasi.
Sepertinya PPI atau Program Pembelajaran Individual mirip RPP pada proses pembelajaran reguler ya.







