Sabtu, 22 Mei 2021

KEBUTUHAN PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS


 

Anak dengan Hambatan Penglihatan (Tunanetra)

Layanan khusus dalam pendidikan bagi anak dengan gangguan penglihatan yaitu dalam membaca menulis dan berhitung diperlukan huruf Braille bagi yang hambatan penglihatan total. Bagi yang masih memiliki sisa penglihatan diperlukan kaca pembesar atau huruf cetak yang besar, media yang dapat diraba dan didengar atau diperbesar

Anak dengan Hambatan Pendengaran (Tunarungu)

Kebutuhan pembelajaran peserta didik hambatan pendengaran menurut Gunawan (2011) secara umum tidak berbeda dengan anak pada umumnya. Akan tetapi, mereka memerlukan perhatian dalam kegiatan pembelajaran antara lain: 1) Tidak mengajak anak untuk berbicara dengan cara membelakanginya. 2) Anak hendaknya didudukkan paling depan, sehingga memiliki peluang untuk mudah membaca bibir guru. 3) Perhatikan postur anak yang sering memiringkan kepala untuk mendengarkan. 4) Dorong anak untuk selalu memperhatikan wajah guru, bicaralah dengan anak dengan posisi berhadapan dan bila memungkinkan kepala guru sejajar dengan kepala anak. 5) Guru bicara dengan volume biasa tetapi dengan gerakan bibirnya yang harus jelas. 

Anak dengan Hambatan Intelektual (Tunagrahita)

Secara umum kebutuhan pembelajaran anak anak mengalami hambatan intelektual adalah sebagai berikut. 1) Perbedaan anak mengalami hambatan intelektual dengan anak normal dalam proses belajar adalah terletak pada hambatan dan masalah atau karakteristik belajarnya. 2) Perbedaan karakteristik belajar anak anak mengalami hambatan intelektual dengan anak sebayanya, anak anak mengalami hambatan intelektual mengalami masalah dalam hal yaitu: a) Tingkat kemahirannya dalam memecahkan masalah b) Melakukan generalisasi dan mentransfer sesuatu yang baru c) Minat dan perhatian terhadap penyelesaian tugas


Anak dengan Hambatan Gerak Anggota Tubuh (Tunadaksa)


Secara umum kebutuhanpendidikan bagi anak tunadaksa diarahkan pada dua hal, yakni mengatasi permasalahan akibat kecacatannya dan menyiapkan anak agar memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai individu maupun anggota masyarakat. Ada  tujuh aspek  yang  perlu  dikembangkan  pada  diri  anak  tunadaksa,  yaitu: (1)  Pengembangan  Intelektual  dan  Akadmeik, (2)  Membantu  perkembangan fisik, (3)  Meningkatkan perkembangan emosi & penerimaan diri, (4)  Mematangkan aspek sosial, (5)  Mematangkan moral dan spiritual, (6)  Meningkatkan ekspresi diri, dan (7)  Mempersiapkan masa depan anak

Kebutuhan Pembelajaran Anak dengan Hambatan Perilaku dan Emosi 

Kebutuhan pembelajaran bagi anak hambatan perilaku dan emosi yang harus diperhatikan oleh guru antara lain adalah: 1) Mengetahui strategi pencegahan dan intervensi bagi individu yang beresiko mengalami gangguan emosi dan perilaku. 2) Menggunakan variasi teknik yang tidak kaku dan keras untuk mengontrol tingkah laku target dan menjaga atensi dalam pembelajaran. 3) Menjaga rutinitas pembelajaran dengan konsisten, dan terampil dalam problem solving dan mengatasi konflik. 4) Merencanakan dan mengimplementasikan reinforcement secara individual dan modifikasi lingkungan dengan level yang sesuai dengan tingkat perilaku. 5) Mengintegrasikan proses belajar mengajar (akademik), pendidikan afektif, dan manajemen perilaku baik secara individual maupun kelompok. 6) Melakukan asesmen atas tingkah laku sosial yang sesuai dan problematik pada siswa secara individual.7) Perlu adanya penataan lingkungan yang kondusif (menyenangkan)bagi setiap anak. 8) Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan hambatan dan masalah yang dihadapi oleh setiap anak. 9) Adanya kegiatan yang bersifat kompensatoris sesuai dengan bakat dan minat anak. 10) Perlu adanya pengembangan akhlak atau mental melalui kegiatan sehari-hari, dan contoh dari lingkungan.

Kebutuhan Pembelajaran Anak Cerdas dan Bakat Istimewa 

Kebutuhan pembelajaran bagi anak cerdas istimewa dan bakat istimewa adalah sebagai berikut. 1) Program pengayaan horisontal, meliputi: (a) Mengembangkan kemampuan eksplorasi. (b) Mengembangkan pengayaan dalam arti memperdalam dan memperluas hal-hal yang ada di luar kurikulum biasa. (c) eksekutif intensif dalam arti memberikan kesempatan untuk mengikuti program intensif bidang tertentu yang diminati secara tuntas dan mendalam dalam waktu tertentu. 2) Program pengayaan vertikal, yaitu: (a) Acceleration, percepatan/maju berkelanjutan dalam mengikuti program yang sesuai dengan kemampuannya, dan jangan dibatasi oleh jumlah waktu, atau tingkatan kelas. (b) Independent study, memberikan seluas-luasnya kepada anak untuk belajar dan menjelajahi sendiri bidang yang diminati. (c) Mentorship, memadukan antara yang diminati anak gifted dan tallented dengan para ahli yang ada di masyarakat.

Kebutuhan Pembelajaran Anak dengan Hambatan Autism 

Kebutuhan pembelajaran bagi anak anak autis adalah sebagai berikut: 1) Diperlukan adanya pengembangan strategi untuk belajar dalam seting kelompok. 2) Perlu menggunakan beberapa teknik di dalam menghilangkan perilakuperilaku negatif yang muncul dan mengganggu kelangsungan proses belajar secara keseluruhan (stereotip). 3) Guru perlu mengembangkan ekspresi dirinya secara verbal dengan berbagai bantuan. 4) Guru terampil mengubah lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak, sehingga tingkah laku anak dapat dikendalikan pada hal yang diharapkan.

Kebutuhan Pembelajaran Anak dengan Hambatan Kesulitan Belajar Spesifik 

Peserta didik yang mengalami hambatan belajar spesifik (disleksia, diskalkulia, disgrafia) perlu adanya intervensi yang melibatkan seluruh indera dalam proses belajar mengajarnya. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah teknik multi sensori. Alasan dari teknik ini karena saluran pembelajaran visual, auditori dan taktilkinestetik semua digunakan secara berkesinambungan. Teknik multisensori juga melibatkan proses anak dalam hal (1) mengulang suara yang didengar; (2) merasakan bentuk yang dibuat bunyi di mulut; (3) membuat bunyi dan mendengarkan; dan (4) menulis huruf.

source : https://gurubelajar-inklusif.simpkb.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Simple Past Tense

  The Past Simple Tense is used to refer to actions that were completed in a time period before the present time Using the Simple Past T...